Sampahku Mutiaraku

sungai-sampah
“Banyak hikmah berserakan terbuang sia-sia namun sedikit sekali orang yang mau mengambilnya alasannya hikmah itu selalu berada dibalik sampah-sampah kehidupan yang tak sedap baunya. demi kebersihan diriku dan orang-orang yang bersamaku kucoba memungut…nya satu demi satu yang terkadang akupun merasakan baunya yang tak sedap, tapi jika dibiarkan haqku dan saudara-saudaraku akan hilang. maka ku tekatkan tuk memungutnya”

“Sesuatu yang diraih bukan dengan jalan yang diridhoi. tentunya takkan pernah bertahan lama, dan takkan pernah terdapat kebahagian didalamnya kecuali apa-apa yang ditentukan oleh rObbnya, yaitu kesenangan yang bermusim lagi menipu”

“Semakin tajam mata memandang indahnya dalam lautan, maka semakin dalam pula tubuhnya akan tenggelam. semakin sering pandangan ditebarkan, semakin buyarlah tujuan yang ditentukan semakin sering pedoman diabaikan, maka semakin jauhlah hati dari kebenar…an. semakin lama hati terendam kotoran semakin dekatlah kebinasaan kan dijumpai. “dariku untukku”

“Kebanyakan orang Hanya bisa mencela dan menyombongkan dirinya saja, ketika Rabbnya sedang merencanakan sesuatu tuk dirinya. akhirnya mereka hanya bisa berkeluh kesah dan berburuk sangka yg berujung pada depresisasi dri. padahal Rabbnya sedang merencanakan sesuatu kebaikan untuknya. Ini terjadi karena mereka malu menjadi sepertiku ini dan menganggap sebagian haknya seperti sampah berserakan. ya…itulah “Hikmah”.”

“TERKADANG KEDEWASAAN SESEORANG TAK DAPAT DIUKUR DENGAN DUDUKNYA SESEORANG DI SEBUAH UNIVERSITAS ATAU PERGURUAN LAINNYA. KEDEWASAAN ITU ADALAH MILIK HATI YANG SEMPURNA LAGI SIHAT. BAHAGIALAH BAGI MEREKA YANG DIJAGA KESIHATAN HATINYA OLEH SANG MAHA PENCIPTA”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: